#tahunbaru2022 Tumblr posts

  • fiyyamailany
    31.01.2022 - 3 monts ago

    π™π™ƒπ˜Όπ™‰π™†π™Ž 𝙏𝙒𝙀𝙉𝙏𝙔 π™Žπ™€π™‘π™€π™‰ ⁣ π™‚π™π™Šπ™’π™„π™‰π™‚ 𝙏𝙒𝙀𝙉𝙏𝙔 𝙀𝙄𝙂𝙃𝙏 ⁣ ⁣ ⁣ Alhamdulillah, masih di berikan umur sampe saat ini sama Alloh buat terus berbuat baik, memperbaiki diri, dan terus berkembang setiap waktunya⁣ ⁣ Terimakasih mama, karena mama aku bisa jadi seperti sekarang ini, tunggu dan doakan aku terus yaa biar nanti aku bisa ajak mama Umroh dan jalan jalan ke Luar Negeri ⁣ Terimakasih suamiku, sekaligus partner sharing dalam hal apapun, motivatorku, bossku, dan temen nonton drama korea,⁣ Terimakasih anak"ku udah happy punya mama kaya mami ini, InshaAlloh kalian semua bakalan selalu bangga sama mami⁣ Terimakasih untuk keluarga dan orang" yg udah banyak doain aku, Alloh membalas semua doa kalian πŸ€—β£ ⁣ ⁣ ⁣ ⁣ ⁣ #tahunterbaik #mindsetpositif #suksesbefore30 #anakmilenial #tahunbaru2022 #umurpanjang # (di Tangerang) https://www.instagram.com/p/CZYsLmep_pf/?utm_medium=tumblr

    View Full
  • melakristi
    01.01.2021 - 4 monts ago

    Day 7- Page 1 of 365

    Selamat datang 2022! Selamat menyambut semuanya dengan hal baru dan harus semakin seru! Mulai dari semangat baru, rezeki baru, teman baru πŸ‘€, lingkungan baru atau mungkin bertemu jodoh baru? Hahaha. Apa pun itu kalau yang baik-baik pasti diaamiinkan.

    Ternyata menyenangkan juga melewati malam pergantian tahun bersama keluarga besar. Semoga bisa bertahan di tahun yang sekarang dan merayakan tahun baru bersama-sama lagi. Semoga.

    Tidak pernah bosan juga memohon supaya disehatkan badannya juga hatinya, diluaskan rezekinya, dikuatkan pundaknya dan doa-doa baik didengar oleh-Nya lalu dikabulkan dengan segera.

    Sekali lagi, selamat tahun baru 2022! πŸ₯³πŸŽ‰πŸŽŠ

    View Full
  • santrekonah
    01.01.2021 - 4 monts ago

    Ziarah Maqbaroh Para Guru di Awal Tahun

    Hari ini Sabtu, 1 Januari 2021 adalah hari pergantian tahun atau umumnya disebut tahun baru, dalam hitungan kalender masehi. Tahun 2021 telah berlalu dan tahun 2022 baru saja dimulai. Banyak refleksi mengenai satu tahun kemarin dan mulai membangun resolusi tahun depan.

    Kondisi pandemi walaupun sudah menunjukkan penurunan yang signifikan tidak lantas membuat kita lalai. Oleh karena itu pemerintah membuat berbagai kebijakan mengenai pembatasan libur natal dan tahun baru (Nataru). Namun hal yang lebih penting adalah kesadaran dari masyarakat itu sendiri.

    Sudah hampir dua tahun tentu merupakan waktu yang cukup untuk membangun kesadaran masyarakat tentang pandemi. Salah satunya adalah tidak berkerumun atau menimbulkan kerumunan.

    Saya dan keluarga memang tidak pernah merayakan tahun baru dengan jalan-jalan. Terlebih akhir-akhir ini. Walaupun kami juga tidak melarang bagi yang ingin berekreasi. Karena selain jalanan ramai, terutama jalan menuju berbagai tempat wisata, juga benyaknya pengendara atau pengemudi yang kurang waspada, sehingga cenderung membahayakan mereka dan sendiri juga orang lain.

    Bagi kami pergantian tahun atau tahun baru akan lebih baik kalau diisi dengan muhasabah, berdzikir dan berdoa kepada Allah subhanahu wata'ala. Dimana hal itu senada dengan yang diingatkan oleh kakak kami sewaktu istighosah malam sebelumnya, malam Jum'at manis.

    Alhamdulillah tahun ini kami dapat melaksanakan hal tersebut di dua tempat yang keyakinan kami penuh dengan keutamaan. Pertama adalah maqbaroh KH. Baharuddin dan masyayikh Zainul Bahar. Kedua adalah maqbaroh KH. Husnan Bin Muhsin dan masyayikh Ra'iyatul Husnan. Kedua "Astah" Ini ada di Wringin Bondowoso, tempat kalahiran saya. Dan juga leluhur dari istri saya.

    Bagi kami sekeluarga berziarah ke makam para ulama dan awliya' adalah seperti menyembuhkan terhadap dahaga batin. Terutama yang bersambung (muttasil) kepada kami. Zainul Bahar adalah tempat saya dan istri menimba ilmu. Pada saat itu yang menjadi pengasuh sudah beliau KH. Moh. Nuh Bin KH. Baharuddin.

    Sementara KH. Husnan bin Muhsin adalah guru dari bapak kami. Dan tentu bapak adalah guru pertama saya walau ibu adalah masrasah pertamanya. Selain itu kami juga masih bisa sowan kepada beliau KH. Moh. Nuh Zainul Bahar dan juga KH. Faridul Ahsan Ra'iyatul Husnan atau akrab dengan sapaan Gus Dudung. Tentu yang paling utama adalah berkunjung kepada kedua orang tua kami.

    Wallahu a'lam bisshowab

    View Full